Rabu, 15 Februari 2012

JIKA AKU MENJADI GUBERNUR BANK INDONESIA


JIKA AKU MENJADI GUBERNUR BANK INDONESIA

Aku adalah seorang perempuan yang ingin menunjukkan bahwa hak setiap manusia adalah sama untuk menjadi seorang pemimpin baik dalam masyarakat ataupun sebuah  lembaga. Manusia pada dasarnya telah diberikan kemampuan yang sama hanya bagaimana seseorang itu mengasah dan mengembangkan kemampuannya untuk bisa di aplikasikan dalam kehidupan dan bermanfaat bagi sesama. Untuk menjadi seorang pemimpin adalah kewajiban bagi setiap manusia, baik pemimpin bagi diri sendiri, orang lain, dan masyarakat luasa
Seorang pemimpin adalah seseorang yang dapat mempertanggung jawabkan semua yang ia katakan dan ia lakukan. Ia bertanggung jawab terhadap sikap dan perilakunya yang mau tidak mau pasti di lihat dan di perhatikan oleh orang-orang di sekelilingnya terutama para karyawan yang berada di kantor. Semua yang ia lakukan harus menjadi contoh baik bagi para karyawannya. Jika seorang pemimpin ingin memajukan sebuah lembaga yang ia pimpin itu, maka harus memiliki strategi yang dapat mengembangkan pola pikir seluruh sivitas lembaga tersebut atau disebut dengan misi. Dan tujuan, visi atau cita-cita juga merupakan tolok ukur  titik pencapaian yang di harapkan.
Jadi apa yang di harapkan oleh seorang pemimpin maka mulailah semua  dari dirinya sendiri terlebih dahulu, maka dengan otomatis  siapapun yang ia pimpin akan merasa malu jika ia tidak patuh dengan peraturan yang ada, sedangkan pemimpinnya telah lebih dulu patuh dan taat terhadap peraturan yang berlaku. Jika ingin dihormati karyawan, maka hormatilah dirinya sendiri sebagai pemimpin.
Yang saya paparkan di atas adalah pengantar dan gambaran jika saya menjadi Gubernur Bank Indonesia, maka itu sebagian kecilnya yang akan saya lakukan. Semua itu semata-mata karena saya memiliki harapan agar Bank Indonesia menjadi bank yang  “best of the best”.  Saya hanya ingin melakukan apa yang seharusnya saya lakukan dengan jabatan saya sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Masyarakat sejahtera, kesetiaan nasabah, penghargaan masyarakat terhadap lembaga dan kemajuan Bank Indonesia, akan dengan mudah kita capai jika seluruh sivitas lembaga berkomitmen untuk membudayakan “kejujuran”. Jika kita jujur maka tidak akan ada yang membohongi dan terbohongi, justru keadilan yang akan di dapat. Salah satu hal yang berupa tindakan jujur adalah  transparasi  terhadap sesuatu yang ada.
Sebagai contoh, jika di Bank Indonesia ada karyawan yang  korupsi maka satu pertanyaan penting yang akan saya ajukan adalah, “bagaimana dengan pemimpinnya?”  Jika pemimpin itu tidak pernah sedikitpun berbohong dan selalu transparan, maka tidak mungkin karyawan tersebut berani melakukannya karena pimpinannya pun telah memberi contoh yang baik dan memenuhi hak-hak setiap karyawannya.
Saya ingin menjadikan karyawan itu selalu jujur dan betah,setia terhadap lembaga dan kerjasama yang terjalin dengan baik.
Tentu dalam sebuah Bank pasti  menggunakan sistem ekonomi yang berkembang sesuai dengan kondisi globalisasi namun, jangan menjadikan kondisi tersebut sebagai bom yang dapat menjatuhkan Bank Indonesia. Buat strategi yang klik, dan disinilah kemampuan seorang Gubernur akan diuji sejauh mana pola pikir kreatifnya untuk memperkuat arus globalisasi yang masuk ke setiap Negara di dunia.
Mau atau tidak pasar terbuka bebas masuk ke pasaran di Indonesia. Maka nilai rupiah dipasaran pun harus tinggi, agar tidak mengalami inflasi. Tentu sebagai Gubernur Bank Indonesia saya akan paham dan menguasai semua yang berhubungan dengan perbangkan. Saya akan menambah peraturan dan kebijakan yang kurang serta harus cepat dan tepat dalam mangambil keputusan.